[Nasehat untuk anak pertama, Al Muallim Bakrie Ramadhani]
Oleh : Darwin Nasution
Anakku, menuju ke sana clue-nya banyak. Gizi, visi misi, motivasi ideologi dan confidence. Paparannya kira-kira begini. Masalah gizi untuk nutrisimu anakku anggap saja itu tuntas bahkan ayah akan berusaha plus. Hanya, sebanyak dan sebagus apapun gizi kalau orang--mis: anakku bakrie--tidak mempunyai visi dan misi dia tetap pasif, ekstrimnya mati tidak bergerak maju. Visi kata sederhananya program jangka pendek orang, misi program jangka panjang sering disederhanakan bahasanya dengan cita-cita. Cita-cita membuat, terus bergerak mencapainya hari ke hari, minggu, bulan, tahun dan bertahun sampai jadi pebisnis, kalau itu cita-citanya.
Untuk ekspert di kepakaran bisnis misalnya secara jangka pendek, anakku bakrie, bisa membaca teks book bisinis, memperkuat bahasa Inggris dan Arab, mengikuti perkembangan bisnis dunia, terutama bisnis islami dengan tekun, meneliti dan praktek bisnis yg ringan-ringan dulu tapi fokus. Jangka panjangnya mengasah kemampuan berbisnis langsung, membiasakan managerial dan harus bisa menuliskan perkembangan bisnis itu--sebab tiada pakar bisnis tanpa tulisan dan catatan tentang bisnisnya. Tambahan anakku mesti mengikuti pengalaman perkembangan bisnis orang yang telah duluan berhasil, bagaimana kiat dan cara mereka.
Untuk mencapai itu semua apakah faktor kemanusiaan an sich. Tidak. Untuk become to be, manusia harus mempunyai tolok ukur pengarah atau kepemimpinan berpikir atau motivasi ideologi--catatan ayah, anakku, ini sangat mahal di dalam bisnis. Sepanjang waktu setelah kita kehilangan syariat Islam, bisnis kapitalis eksis yang menafikan agama, agama menjadi eksternal bukan internal bisnis itu sendiri.
Pada akhirnya agama yang membuat orang terarah dengan segala upaya dan pasrah dengan tawakkalnya. Anakku Bakrie, Kun faya kun, jika Allah SWT ridho dengan niatmu jadi pakar bisnis, maka itu akan jadi dengan kuasaNya. Kita jadi tenang setelah berupaya, lalu berserah diri. Tidak pongah tapi confidence (percaya diri), Ayah believe Allah SWT with you. Semoga...
*telah tayang di FB Maret 2013



0 komentar:
Posting Komentar