Home » » HONESTY ASSESMENT

HONESTY ASSESMENT

Oleh : Darwin Nasution

Ujian akhir sekolah--atau Asesmen Madrasah bagi berafiliasi ke Depag--adalah titik kulminasi dari perjalanan akademik seorang siswa di Madrasah Aliyah. Momen ini seringkali dipandang sebagai penentu hasil dari tiga tahun belajar, berkeringat, dan berjuang di lingkungan madrasah. Stres, cemas, dan harapan bercampur menjadi satu saat seorang siswa mengikuti tes assesmen yang dintai ketat guru pengawas.

Hal ini tidak lain adalah untuk menjaga kejujuran dalam pelaksanaannya. Kejujuran adalah upaya membangun karakter yang baik. Kejujuran membantu belajar menunjukkan literasi yang sudah didapat dan mengatasi tekanan dan stres dalam ujian.



Menurut Lusia Rahajeng (2023)--dengan narasi yang disesuaikan penulis--menghadapi ujian seyogyanya kejujuran adalah etika terpenting karena : 

Pertama, kejujuran adalah fondasi kepercayaan. Ketika siswa jujur dalam menghadapi ujian, tentu membangun kepercayaan dari orang lain, termasuk guru dan teman sekelas. Ini berarti  mendapatkan apresiasi dan penghargaan yang jujur dari mereka. Kepercayaan yang dibangun akan membantu menciptakan hubungan yang baik dengan orang-orang di sekolah.

Kedua, kejujuran adalah cerminan karakter yang baik. Saat siswa jujur dalam menjawab soal ujian, itu menunjukkan integritas dan tanggung jawab sebagai individu. Karakter yang baik adalah kualitas yang sangat dihargai dalam kehidupan, terutama di dunia pendidikan pun juga ruang hidup lainnya. Dengan menunjukkan kejujuran, sekaligus memberikan contoh yang baik kepada orang lain.

 

Ketiga, kejujuran membantu siswa untuk belajar dan berkembang. Ketika siswa jujur dengan diri sendiri dengan bekal literasi yang dia kumpulkan dalam pemikirannya, siswa berarti memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kekuatan dan kelemahan dirinya. Siswa dapat fokus pada pembelajaran dan bekerja keras untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Jika tidak jujur, itu mungkin menunjukkan kekurangan literasi yang sebenarnya dan akhirnya akan terkendala dalam perkembangan siswa selanjutnya.

 

Keempat, kejujuran membantu siswa mengatasi tekanan dan stres. Menghadapi ujian akhir memang bisa menimbulkan tekanan (pressure) yang besar. Namun, jika  jujur dalam mempersiapkan diri dan menjawab soal ujian, seharusnya akan merasa lebih tenang dan percaya diri. Siswa tidak perlu khawatir tentang tanggapan orang lain atau dampak negatif dari kecurangan. Kejujuran memberikan kedamaian pikiran dan memungkinkan  fokus pada tugas yang ada, dan confidence menghadapi tugas atau ajang menuntut ilmu selanjutnya. 

Jadi mari jadikan Asesmen Madrasah yang akan dilaksanakan 25-29 Maret 2024 yang akan segera tiba ini sebagai pelaksanaan ujian berkualitas jujur terbaik. Seikou !


0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. DARWIN SUTIMIANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger