KONSEP GEOGRAFI DESA CIBITUNG TENGAH
Oleh : Darwin Nasution**
Cibitung Tengah adalah sebuah desa di kaki Gunung Salak yang berada di kecamatan Tenjolaya kabupaten Bogor, provinsi Jawa Barat. Terletak di wilayah tata ruang pembangunan Bogor Barat.
Sebelah Utara : Desa Cinangneng dan Desa Cinangka
Sebelah Selatan : Desa Tapos II
Sebelah Barat : Desa Situ Daun
Sebelah Timur : Desa Ciampea Udik.
Desa ini masih wilayah regional Jabodetabek, jarak ke Jakarta ibukota negara kurang lebih 50 km, ke ibukota propinsi Jawa Barat sekitar 90 km, ke Bogor berjarak 25 km, ke ibukota kecamatan Tenjolaya hanya 2 km.
Desa Cibitung Tengah diapit oleh dua arus sungai yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu deras, dua-duanya bermuara ke Sungai Cisadane. Di sebelah Barat sungai Ciampea yang juga melintasi desa Ciampea Udik, di sebelah Timur dialiri sungai Cinangneng yang melewati perbatasan dengan Desa Situ Daun.
Secara umum keadaan Geografis Desa Cibitung Tengah adalah merupakan daerah dataran rendah berbukit tapi masih kelihatan berada di ketinggian dari permukaan laut, terbukti tidak ada wilayah desa berupa pantai. Keadaan suhu rata-rata terasa lembab. Kemiringan tanah terasa sangat jelas, ketika berada di atas kendaraan. Dari arah Barat menuju desa terasa menanjak, sebaliknya dari arah Timur jalan menurun ketika meninggalkan desa.
Pemukiman memang masih mendominasi penggunaan lahan terlihat di Desa Cibitung Tengah. Berikutnya yang tampak nyata luas adalah penggunaan tanah untuk persawahan dan perladangan. Floranya jenis tanaman budidaya baik tanaman tua seperti kelapa, buah-buahan, kayu-kayuan dll. Fauna di sekitar pemukiman berupa burung-burung sawah, binatang piaraan seperti ayam, kambing, ataupun sapi.
Masyarakat Cibitung Tengah telah memiliki dan membentuk lembaga perdagangan untuk pemasaran hasil pertanian. Termasuk juga sebaliknya untuk wadah membeli berbagai kebutuhan. Pasar tersebut dulunya "pasar harian" yang sering masyarakat sebut sebagai Pasar Jum’at.
Semula Pasar Jumat beroperasi tiap hari jum’at, tetapi seiring tuntutan kebutuhan masyarakat yang setiap saat menghendaki perubahan, khususnya dalam bidang ekonomi. Pasar Jumat mengalami perubahan baik secara material bangunan fisiknya maupun pengunjungnya yang setiap saat bertambah dan berkembang. Maka, kini, Pasar Ju'mat telah beroperasi setiap hari, sehingga warga sekitar khususnya dapat melakukan aktivitas perekonomian yang lebih intens di pasar tersebut. Meskipun lokasi Pasar Jumat berada di tengah-tengah perkampungan warga setempat, pasar tradisional itu cukup besar layaknya pasar-pasar tradisional di perkotaan.
Selain itu, yang menonjol kelihatan ketika melewati jalan lintas Tenjolaya di desa Cibitung Tengah, adalah banyak lembaga-lembaga pendidikan setingkat TK/RA, MI/SD, MTS/SMP dan tingkat lanjutan seperti MAS Shautul Mimbar Al Islami.
Dilihat dari kehidupan sosial budaya dan religi, kehidupan masyarakat Desa Cibitung Tengah boleh dikatakan rukun dan damai. Religi yang homogen muslim, menjadi ikatan yang kuat di masyarakat. Masjid, mushala, majelis taklim, grup seni qasidah atau hadroh dijadikan wadah untuk beribadah, yang sekaligus menjadi kohesi bagi warga dalam kehidupan sosial budayanya. Ibadah dan berbagai kegiatan di fasilitas keagamaan, juga jadi sarana bergaul yang efektif baik bagi pria maupun wanita.
*diolah dari berbagai sumber, telah tayang di FB 05/08/2023
**penulis adalah guru geografi di MA Shautul Mimbar Al Islami Cibitung Tengah Tenjolaya



0 komentar:
Posting Komentar