Oleh : Darwin Nasution
Sahabat, apa kira-kira yang dimaksud dengan 'posisional'. Asal katanya 'posisi'. Sederhananya bermakna lokasi atau tempat. Ketika sedang berteleponan dengan seseorang, sering dapat pertanyaan, "Posisi lagi dimana?" Maksudnya tempat anda menelepon sekarang di kampung mana atau di kota apa. Atau posisi bisa bin boleh bermakna kedudukan atau jabatan, dalam suatu lembaga atau organisasi. "Lagi diposisikan dimana memang di kantor?" Jawabnya mungkin bisa manager, supervisor dll, kalau di sekolah misalnya guru.
Jika kata tadi berubah menjadi 'posisional' bermakna kata sifat dari posisi itu sendiri, bagaimana sifat suatu jabatan, atau bagaimana sifat yang seharusnya dari posisi seseorang dalam organisasi sosial tertentu. Penjabaran dari 'bagaimana seharusnya' kerap di sebut sesuai dengan tupoksi, tugas pokok dan fungsi. Lebih keren lagi dilabeli profesional.
Bagaimana posisional berbagai stakeholder misalnya di lembaga sekolah :
Pertama, Yayasan. Yayasan yang menetapkan Visi seperti " Menjadi wadah pencetak generasi muda Islam yang mandiri, kokoh dalam iman dan taqwa, berahlak mulia, serta unggul dalam iptek". Misi misalnya "Membentuk kepribadian Islam dengan habit aktivitas keagamaan, diharapkan menjadi manusia yang bermanfaat di masyarakat, melalui dukungan optimal SDM sekolah. Maka di posisi ini yayasan akan mencari SDM terutama pendidik dan admin--Kepala Sekolah, Guru-Guru dan Staf--untuk mewujudkan visi misi di atas. Tapi biasanya efektivitas dan efisiensi koordinasi Yayasan hanya akan mendelegasikannya kepada Kepala Sekolah. Berhubungan dengan Kepala Sekolah saja supaya ringkas dan mudah.
Kedua, Kepala sekolah. Posisional jabatan ini adalah bagaimana mewujudkan visi misi yang sudah ditetapkan Yayasan kepada sekolah secara umum. Rinciannya kepada Waka Kurikulum, Waka Kesiswaan, Guru, BK, TU, OSIS dan siswa. Hubungan koordinatif ekstra dengan orang tua melalui Komite sekolah.
Ketiga, Waka kurikulum. Mendisain dan mengadministrasi rencana KBM di sekolah koordinasi dengan guru seputar administrasi guru, silabus, RPP, disiplin, evaluasi dan penilaian.
Keempat, Waka Kesiswaan. Mempelajari kondisi belajar siswa potensi dan tantangan. Sebetulnya tugas ini beririsan dengan BK dan Komite sekolah, sehingga beban Waka Kesiswaan tidak terlalu banyak--misalnya harus visit home siswa bermasalah juga--padahal bisanya ini dijabat oleh guru yang mempunyai beban mengajar.
Keempat, guru. Tugasnya mengajar. Kekhususannya pada bidang studi tertentu misalnya Sosiologi ataupun Geografi. Bagaimana kemudian rencana dan hasil pengajaran bidang studi tersebut sukses harian, PTS, dan PAT.
Dengan mengesampingkan pembahasan BK, OSIS, Siswa dan Komite dalam tulisan ini, secara ringkas seperti di ataslah posisional orang perorang di sekolah, dikoordinasi Kepala Sekolah, beliau yang melaporkannya kepada Yayasan.
Lalu apa maksudnya 'polisional'.
Sahabat, ini lebih kepada frasa 'polisi' yang bersifat mengawasi, menjustifikasi, "menghukum' tapi overlapping. Dalam pengertian melampaui delegasi, kewenangan atau meloncati posisi. Jadi kata lain mungkin terlalu banyak cawe-cawe. Atau ada yang bilang salah kamar.
Misalnya, kenapa yayasan harus langsung menegur guru padahal dia punya delegasi kepala sekolah. Kepala sekolah juga jika berkaitan dengan kurikulum dan siswa lebih tepat via Waka. Terlalu kepo kata orang sekarang misalnya pula seorang guru menilai atau mengoreksi aktivitas guru lainnya. Itu tidak baik, bisa menimbulkan kesalahfahaman. Memang dalam posisi apa dia menilai saya, atau koq cawe-cawe yang bukan urusannya? Nah, jadi tidak nyaman bukan kelanjutannya !
Diharuskan mengingat posisi masing-masing. Jangan overlap nanti posisi berubah polisi. Posisional menjadi polisional. Mengawasi orang dan pekerjaannya di posisi dan waktu yang salah.



0 komentar:
Posting Komentar