Oleh : Darwin Nasution
Risalah atau messages secara ringkas bermakna pesan-pesan agama. mun eta mah sanes, Risalah yang ini adalah Riska Santik Solehah. Personel dari kelas XII yang mengakhiri studi tahun ini. Siswa mungil semampai asal Wangun Jaya Kp Cisaranten Leuwisadeng Bogor.
Dalam satu waktu candaan ringan di depan kelas, pernah diimajinasikan Riska berkenalan dengan Putra, satu-satunya siswa pria seangkatannya. Putra menanyakan sambil salaman, "siapa namanya?, Riska, jawab sang siswa cewek. Putra celoteh lagi, "kirain Risky", Emang kenapa kalau Risky tanya Riska pengen tahu. Putra jawab mantap, "kamu risky yang dikirimkan Tuhan buatku, buat jadi mamah anak-anakku". Geer kalau udah sesi candaan gitu di selasar. Yang lain pada tertawa dengan ide sang guru yang sebetulnya merangkai cerita di situ.
Riska anak yang pintar dengan wawasan yang luas. Nilai-nilai pelajaran umumnya bagus. Seperti temannya Hana yang sama-sama tinggal di kobong, pengetahuan agama Riska juga mumpuni. Ketika ditanya hal-hal yang berhubungan dengan tajwid, nahwu ataupun fikih biasanya jawaban mengalir lancar.
Kami telah sampai ke rumahnya lebaran lalu, berbincang akrab dengan bapaknya. Dia empat bersaudara dua pasang, dua laki dua perempuan. Riska nomer 3 dan adik perempuannya nomer 4. Jadi pasti dua saudaranya yang lebih tua adalah laki. Tinggal di ketinggian CIsaranten RT 07/03, berasal dari keluarga bersahaja. Bapak kerja penjahit tas di Jakarta, ibu kerja tani dan ibu rumah tangga. Dari Psr Leuwiliang butuh waktu setengah jam naik Futura CS baru sampai ke rumahnya.
Pak guru pernah menanyakan setelah tamat kenapa ngga kuliah saja. "Malas pa, kalau berangkat kuliahnya disuruh-suruh dari rumah", sahut Riska. Tapi yang bisa ditangkap makna keberatannya itu setelah sampai di sana, sepertinya repot bolak-balik dari Cisaranten ke tempat kuliah di Leuwiliang saja misalnya. Karena, angkutan ke sana ada limit waktunya. Jam 12 siang sudah berakhir. Sementara naik motor tantangan medannya luar biasa di sana.
Sementara, selama ini nanda udah nyaman tinggal di kobong. Tinggal guyub bersama teman-temannya, sekolah siang dan ashar sampai malam ngaji. Ngaji kitab yang berkaitan dengan ajaran-ajaran Islam. Adab, ahlak, fikih, Al Qur'an dan Hadits.
Bagaimana setelah tamat sekolah aliyahnya, lanjut kemana tanya kami ke bapaknya kala itu. Terus menetap saja di kobong, sambil kursus komputer di bilangan Psr Jumat Cibitung, dekat dengan kobongnya.
Kami juga salut pengakuan keluarga, "Riska hanya beringsut dari dalam rumah ke teras aja sehari-harinya. Nggak pergi kemana-mana kalau lagi pulang ke keluarga". Sikap yang luar biasa jika dibandingkan dengan sebayanya yang sebentar-sebentar pengen healing kadieu kadietu ke sana kemari.
Kini nanda tinggal menunggu pengumuman lulus-lulusan. Setelah menerima besluit atau ijazah. nanda melanjutkan hidup sesuai amanah orang tua, fokus menyelamatkan pergaulan. Semoga sukses ya...ris, mungkin benar Risky yang dikirim untuk Putra, Riska Santik Solehah.



0 komentar:
Posting Komentar