Oleh : Darwin Nasution
"DAlam VIkiran NAmamu"
terukir, begitu nama panjang Davina dalam imajinasi terucap dari bibir Putra
saat mereka kenalan. Vina, gitu biasa dipanggil. Dia pernah menyebut, mungkin
salah satu dari mereka berempat (Hana, Riska, Vina, Bila) akan jadi jodoh Putra suatu
saat kelak. Tiga tahun kebersamaan di Aliyah bisa menyelipkan sesuatu di hati
salah satu di antara kami, celoteh Vina kala itu.
Vina anak cewek yang sangat gacor akan senyum dan tawa. Riang
gembira sepanjang hari. Macam-macam cerita lucu yang diceritain. Kadang-kadang
sudah menari dipandu irama lagu dari tik-tok di hape. Lain waktu sedang
shalawatan laguin hadroh yang dihapal. Sanes momen dia menghempaskan sepatu yang dibuka buru-buru karena sesak pi**s atau p*p ke toilet. Kerap sepulangnya ngatain koor sama temannya BT, bau t***. Banyak riangnya, banyak tingkahnya, banyak bisanya.
Pokoknya tiada hari tanpa rame dari Vina. Bablas juga
kadang-kadang, guru sudah di depan kelas dia masih menari dan ngidung ala Sunda.
Macem-macem tingkahnya membuat guru yang ngajar geleng-geleng kepala.
Tapi, sejatinya Vina itu moncer otaknya. Terbukti di PTS, UAS, dan
Asesmen nilainya tidak ada yang jeblok. Masih di angka 80+, berpredikat B
rata-rata.
Hanya, kadang dalam obrolan masih sering VTL (Vina Tembak
Langsung). Omongan kebun binatang masih ceplos keluar seperti an**r, ba** atau
ngomong benda terlarang seperti ko**ol, membuat yang dengar tepok jidat. Dia
hanya menutup mulutnya seperti nyesel telah lebay.
Btw, nanda yang satu ini, full senyum seolah dunia tanpa masalah.
Every day usually happy. Please take it ! katanya ringan.
OK, that's right. Congratulation for study ending. See you more!



0 komentar:
Posting Komentar