Home » » G A L A U

G A L A U

 

G A L A U H A N A
Oleh : Darwin Nasution

Tak disangka bapak menemukan kertas itu di kelas. Ya di kelas kalian dulu kelas XII. Yang masih berbilang hari kalian tinggalkan, karena usai sudah masa belajar. Tamat, lulus-lulusan tiba.
Sekilas bapak menyangka ini karya asli, semacam puisi bertitel "Tanpa Rasa Bersalah". Ragu muncul, ketika tiba pada larik-lariknya. Rapih mengandung kata dan makna terpilih, teratur. Penilaian mundur, sehingga harus coba correct ke siMbah, Mbah Google.
Benar saja, tiga kata purna ketik, sudah muncul petunjuk bahwa ada di you tube, lagu nya Fabio Asher. Genre pop bercerita cinta. Tak lama lagu itu diputar vokal dan iramanya mendayu berpunca galau.
Teh Hacanma--Hana Cantik MashaAllah--mungkin takdir nanda harus galau juga. Galau tentang seseorang, teteem, tentang cinta, lalu bernuansa bucin.
Di satu waktu di kelas bapak pernah bilang jangan pacaran kalau ada yang lamar jalanin aja nikah, menyelamatkan pergaulan menyelamatkan agama. Sampai kepada perandaian bapak ujarkan kala itu, sekiranya ada lelaki yang memuji bagusnya bacaan Qur'an mu, kitab suci nak, itu adalah pujian setan. Apa dasarnya memuji kalau gak terbungkus maksud tertentu, maksud duniawi. Apalagilah misalnya hanya memuja kecantikan dan hal fisik lainnya, itu hanya godaan yg menjerumuskan. Lagu Fabio Asher masih terputar di pc, dinikmati sekedar upaya menangkap arti tersirat.


Di kesempatan lain nanda bercerita kalau teman-teman di kobong, di sekolah punya gacoan, dan pengen pergi suatu hari dengan gebetan masing-masing termasuk Putra.
Nanda, sampai ngobrol itu terakhir bapak tetap melarang, klo memang sudah siap bapak carikan jodoh. Hacanma berkilah "sepi pak ga ada 'teman' " Bapak tidak punya rumusan lain, tetap syar'i, tidak boleh mendekati potensi-potensi zina. Tahankan saja. Sampai bapak temukan kertas itu senyatanya nanda masih galau, gabud tentang dia, tentang pria. Lagu asher hampir usai di ujung vokal "kini kau tinggalkan kenangan yang sulit kulupakan", entah sulit mengenyahkan siapa dari pikiran.
Sejatinya cinta atau mahabbah harus disakralkan, harus disucikan, ditunggu sampai jodoh diberikan Tuhan. Dipohonkan diberi di atas jalan yang dikehendakiNya.
Ada serangkai doa dari seorang penulis kelahiran Darmaga, Nadhira Arini dikutip dari bukunya "Ketika Dhira Jatuh Cinta" (2015), yang juga mungkin mengalami hal yang sama dengan nanda, galau.
Dhira berujar di salah satu halaman
"bukti kau wanita hebat
kau tetap lebih sering mengingat Allah daripada lelaki yang kau cintai".
Di halaman lain dia berdo'a,
"Semoga Allah melindungi perjalananmu
dan menjagamu sejak bangun
sampai tertidur kembali
menjadi penerang setiap langkahmu
ketika kau tersesat kebingungan
mencari arah yang benar
mengirim malaikat-malaikat tanpa sayap
ketika kau terluka
dan membutuhkan pertolongan
Aku menunggumu
menunggumu dalam ketaatan
sehingga ketika kau datang
sampai di depan gerbang istanaku
tidak ada sedikitpun penyesalan yang datang".
Akhirnya teh Hacanma basahilah lisan dengan "Ya Allah, jika dia jodohku dekatkan, jika bukan jauhkan, lenyapkan dari pikir dan jiwa"

*maafin nakku hacanma, tiada lian ini adalah bentuk sayang, semoga nanda segera menemukan jodoh yang diberikan oleh Allah SWT

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. DARWIN SUTIMIANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger