Berikut adalah jawaban sang Sultan yang sempat kami terjemahkan:
"Di negara anda, anda menerapkan kebebasan berbicara, kebebasan pers, kebebasan beragama, dan sebagainya.
Di negara kami, kami mempraktekkan budaya Melayu,
Islam, Sistem Monarki, dan kita akan menerapkan hukum dan syariah Islam.
Islam adalah konstitusi kami, identitas nasional kami, hak kami, dan cara hidup kami."
"Kita bisa menemukan lubang besar (kelemahan) pada hukum dan keadilan dan anda mungkin bisa menemukan hal tersebut ada pada diri kami, namun ini adalah negara kami.
Seperti halnya anda yang mempraktekkan hak menjadi gay, dan sebagainya.
Untuk negara dimana kami tinggal sekarang, kami mempraktekkan hak kami untuk menjadi Muslim sekarang dan selamanya.
Ini adalah negara Islam yang mempraktekkan hukum Islam."
"Mengapa anda harus mengkhawatirkan kami?
Mengapa anda tidak mengkhawatirkan anak-anak anda yang ditembak mati di sekolah, atau penjara yang tak mampu langi menampung banyaknya narapidana, atau tingginya tingkat kriminal, atau tingginya tingkat bunuh diri dan aborsi, dan segala hal yang harusnya anda khawatirkan di negara anda?
Sebagian besar agama juga mengecam homoseksual, itu bukan hal yang baru.
Anda menyalahkan dan memboikot Muslim saat anda mendengar Islam dan Muslim menyatakan kepercayaannya.
Anda menyatakan bahwa itu keliru, itu bodoh, itu barbar."
"Sekali lagi, kembalilah pada hal-hal pada diri anda sendiri yang seharusnya anda khawatirkan!
Khawatirkan kebijakan anda tentang legalisasi senjata api, aborsi, dan gaya hidup yang menyebabkan AIDS dan terputusnya generasi selanjutnya."
"Mengapa anda sangat perhatian sekali terhadap apa yang terjadi di sini dalam negara Islam yang anda bahkan tidak membuka mata anda terhadap apa yang terjadi di Syiria, Bosnia, Rohingya, Palestina, Mesir, dan sebagainya? Ribuan orang terbunuh dan anda tidak perhatian sama sekali!
Tidak ada satupun orang yang terbunuh disini dibawah hukum Islam ini.
Bahkan saat ini anda membuat omong kosong besar tentang syariah Islam di negara kami, padahal saat ini penduduk kami mau menerima pemberlakuan syariah Islam itu dengan damai.
Kalaupun adanya hukuman yang mungkin lebih kejam dari sistem Islam bukan berarti hal tersebut sangat mudah untuk dilakukan.
Ada proses panjang sebelum eksekusi hukuman.
Kami setuju saja dan kami senang dengan hal tersebut, namun, sekali lagi, mengapa anda perlu mengkhawatirkan kami?
Sumber:
MYQURAN.ORG



0 komentar:
Posting Komentar