Oleh : Darwin Nasution
Isra' Mi'raj dilaksanakan pada Jumat 23 Feruari 2013, bertempat di Masjid Fuhaid Al Kholaf masih di lingkungan Madrasah Aliyah Shoutul Mimbar Al Islami (MA SMI) dan RA Nurul Anwar. Bagian depan yang cukup luas atau ruangan shalat utama dari mesjid ini lebih dari cukup untuk menampung jamaah undangan Isra' Mi'raj.
Undangan Isra' Mi'raj datang terutama dari unsur MA SMI dan RA, siswa, orangtua, guru, pengurus Yayasan Hubbul Qur'an yang menaungi kedua sekolah ini. Juga ada tetangga sebelah sekolah MT Al Barokah, dan guru berikut siswa yang hadir dari SDIT PUI. Semua telah disapa dengan hangat oleh MC pa Heryana ketika mengawali acara.
Penceramah pada acara ini adalah Ust Ade Sudiana LC, Mubaligh dan Pendidik Kabupaten Bogor. Beliau sehari harinya aktif berdakwah dan mengisi kajian di MSH TV. Dalam tausiahnya Ust Ade menyampaikan bahwa pada bulan Rajab Nabi Muhammad SAW diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram Makkah ke Masjidil Aqsa, maupun kemudian naik ke Sidratul Muntaha menjadi kontroversi masa itu karena hanya dilakukan selama satu malam saja. Ustadz menjelaskan lebih lanjut diksinya juga--diperjalankan--itu terserah Allah durasinya mau berapa, itu kuasa Allah. Namun melihat keadaan sekarang hal seperti itu tidak mustahil jika dipandang dengan ilmu pengetahuan sekarang, dengan jet supersonik misalnya mungkin juga hanya beberapa jam. Tapi masa itu seperti mustahil, lebih kepada menguji keimanan kaum mukmin menerimanya.
Pada bagian lain ust Ade mengulas Rajab, Syakban dan Ramadhan. Rajab adalah bulan melak atau menanam, Syakban bulan nyebor atau menyiram, dan Ramadhan bulan panen. "Jangan diharapkan orang yang tidak menanam dan menyirami di dua bulan pra Ramadhan bakal memanen pada syahrus shaumnya", terang ustad kemudian. Dalam bahasa lain disebutkan kemudian Rajab ibaratkan datangnya angin, Syakban adalah munculnya mendung, Ramadhan turunnya hujan dengan keutamaan dan keberkahan yang melimpah ruah.
Sungguh sangat menarik tausiah beliau makin lama. Setelah perintah shalat dibawa pulang oleh Nabi SAW dalam healingnya langsung bertemu Allah, beliau juga sentiasa berdo'a supaya diberi kekuasaan yang melindungi. Firman Allah :
وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَٱجْعَل لِّى مِن لَّدُنكَ سُلْطَٰنًا نَّصِيرًا
Dan katakanlah (Muhammad): "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.
Itu adalah do'a yang sinambung menurut beliau, sehingga doa ini juga masih relevan untuk keadaan sekarang selama kepemimpinan Islam yang menolong orang Islam belum tegak. Kepemimpinan yang menolong atau melindungi telah berlangsung 14 abad lamanya dulu sejak Nabi, Khulafaur Rasyidin, Bani Umayyah, Bani Abbasyiah, dan Utsmaniyah. Di masa Utsmaniyah terjadi kemerosotan, bahkan runtuh kekhilafahan pada 3 Maret 1924 atau 27 Rajab 1342 H. Terhitung sejak itu maka sudah 100 tahun dunia Islam tanpa junnah, seperti anak ayam kehilangan induknya. Gampang dimangsa oleh predatornya. Mudah bagi penjajah mengacak-acak negeri muslim karena perisai atau tamengnya tiada. "Kalau menghitung sesuai tahun Hijriyah sudah 103 tahun", tambah ustadz kemudian. Artinya sudah lebih lama karena hari dalam bulan Islam itu lebih pendek.
Kemudian beliau menyampaikan doa harapan semoga masa bersatu yang lalu itu dapat lagi diulangi oleh khoiru ummah kekinian. Mari lewat dakwah ditanamkan lagi ke ummat terutama anak-anak lewat dakwah yang baik perasaan bersatu tersebut. Sehingga umat Islam yang populasinya 1,9 M di bumi mendapatkan perlindungan sempurna, tidak lagi menjadi terhinakan seperti selama ini di Palestina, Rohingya, Xinjiang, ataupun dibelahan dunia lainnya. "Dipelajari kembali kejayaan Islam masa lampau itu untuk jadi motivasi, solusi di kemudian hari, kini atau nanti, ditegakkan kembali", ajak ust Ade selanjutnya.
Taujih yang sangat bernas yang menjelaskan posisi umat sekarang dimana. Para undangan hemat penulis mampu mengikuti, terlihat secara umum tidak beranjak sampai ustadz mengakhiri ceramah. Semoga momen Isra' Mi'raj, Rajab, Syakban, Ramadhan adalah konsideran bulan yang kembali menguatkan iman, aqidah, muamalah dan syariah menuju persatuan umat Islam mencapai sulthonan nashiro yang diridhoi Allah SWT.
Acara diakhiri dengan doa bersama dipimpin oleh Abah Drs. Apipuddin, termasuk bait doa untuk Palestina sebagian. Selesai, tim hadroh bershalawat ringan, MC menutup kegiatan, hadirinpun berangsur pulang.
See you next other PHBI. Thanks for all who helped make this event a succeess.





0 komentar:
Posting Komentar