Home » » FIQIH MENYEMBELIH

FIQIH MENYEMBELIH

 

Oleh : Darwin Nasution

Fiqih merupakan satu mata pelajaran wajib di Madrasah Aliyah. Begitu pula dengan Madrasah Aliyah tempat kami belajar, Madrasah Aliyah Shautul Mimbar Al Islami Cibitung Tenjolaya Bogor. Mata pelajaran ini diarahkan KBM nya oleh Bapak Drs. Apipudin, biasa dipanggil Pak Apip atau Babah.

Salah satu bab yang harus kami pelajari dalam belajar Fiqih kelas 12 adalah fiqih menyembelih, tata cara menyembelih hewan yang sesuai dengan ajaran Islam. Hewan yang dijadikan ujian praktek menyembelih kali ini adalah 2 ekor ayam, yang diekseskusi oleh Davina dan Putra, dibantu memegang dari arah buntut belakang untuk mendiamkan ayam saat di sembelih oleh Nabila dan Hana. 

Penjelasan awal, secara bahasa menyembelih ialah menyempurnakan kematian. Menurut Isti'lah ialah memutus jalan makan, minum,nafas,& urat nadi pada leher hewan.Memotong tenggorokan dan dua urat leher hewan yang akan disembelih dalam satu gerakan sehingga memutus jalan makan, minum, nafas, serta urat nadi kanan dan kiri total sehingga darah dan nafasnya terhenti. Hewan yang sudah disembelih tadi disebut sembelihan.

Sembelihan dalam bahasa Arab disebut Az-Zakah yang berarti baik dan suci. Maksudnya binatang yang disembelih sesuai dengan ketentuan syara' sehingga halal dimakan fisiknya.

Tata cara menyembelih ayam sesuai Syariat Islam salah satunya dijelaskan dalam buku Fikih susunan H Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, tata cara menyembelih ayam sesuai syariat sebagai berikut:

Pertama, siapkan alat penyembelihan yang tajam dan bersih

Kedua, ikat kaki hewan yang akan disembelih lalu baringkan menghadap kiblat, posisi lambung kiri berada di bawah. Berikutnya kata Pak Apip guru kami, tempelkan pisau di leher--ayam sesuai hewan ujian praktek kami--tarik terus sampai terpotong kerongkongan dan tenggorokan ayam dalam sekali meletakkan pisau, jangan diangkat pisau kalau belum benar-benar tuntas menyembelih. Konsekwensinya yang kedua adalah memotong bangkai.




Ketiga, menyebut nama Allah atau membaca basmalah lalu diikuti dengan doa. Sebelum menyembelih, jangan lupa membaca basmalah, lanjutkan dengan takbir allohu akbar terlebih dahulu. 

Setelahnya baru panjatkan doa menyembelih ayam. Berikut bacaannya yang dinukil dari buku 'Doa Andalan Para Nabi' susunan Dr Mustafa Murad.

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Arab latin: Allahumma hadzihi minka wa ilaika fataqabbal minnii yaa kariim

Artinya: "Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Mu. Karenanya Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku,"

Demikian tata cara dan doa menyembelih ayam dan pembahasan terkait. Semoga setelah praktek ini, bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, kini dan nanti.


Daging hasil ujian praktek Fikih ini, telah di-cook dengan sempurna oleh Mama Davina. Guru-guru dan yang praktek telah menikmati ayam pop paduan bumbu asam manis mirip soto bersantan. Dilengkapi dengan nasi liwet pulen, lalapan, dan buah jambu kristal.  Penulis memberikan bintang *****untuk hidangan lengkap ini. Makasih mah Vina, makasih pak Apip, syukron anak-anakku kelas 12, thanks MA SMI, berkah selalu. Aamiin.



0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. DARWIN SUTIMIANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger