Home » » AL ILMU LIL 'AMAL

AL ILMU LIL 'AMAL

 Oleh : Darwin Nasution

... muqtadhoitatul aqidah...

Saudara, memperjuangkansyariat Islam itu harus dengan pemikiran individu yang memperjuangkannya. Yangbersangkutan harus menyadari bahwa sebaik-baik aturan pasti datangnya dari Allah, yang termanifestasikan lewat Rasul terakhir utusanNya Nabi Muhammad SAW.Pastilah kalau sudah terakhir—khatamul anbiya wal mursalin—risalah telahdinyatakan sempurna seperti termaktub dalam QS 5:3. Jika ajaran Islam telahdisempurnakan pada saat itu, tentu tidak perlu ada lagi keraguan apakah Islamitu up date terhadap zaman. Pasti Islam itu dapat memecahkan masalah ibadah kepada Allah, muamalah dengan manusia, dan ahlak terhadap diri sendiri. Harus mampumemenuhi tantangan zaman tentang sistem ekonomi Islam, sosial, pendidikan dankesehatan, pemerintahan dalam negeri, hubungan luar negeri, serta sistem hukum dan sanksi. Kalau sudah wujud begitu misalnya semua, umat Islam akan melaksanakan kehidupan sehari-harinya dengan ilmu Islam, pemikiran yang landed dalam keseharian tanpa tercampuri pemikiran lain.


Individu Islam yang memperjuangkan syariat  itu dengan kesadaran pemikiran ini, tentulah harus pula ada wadahnya. Itulah gerakan dakwah. Setelah melalui tahapan observasi, pengkajian terhadap seseorang,gerakan dakwah juga memutuskan boleh bergabung atau tidak dalam perjuangan dakwah itu karena isi pemikiran dari yang bersangkutan pula. Jadi seseorang masuk dan diterima karena pemikirannya.


Setelah begitu, modal pemikiran yang jernih menerima Islam itu sebagai satu-satu dasar hukum bagi amal, jadilah sesorang kuat dalam mempertahankannya. Ilmu yang dipergunakan dalam rangka beramal secara Islam dalam segala aspek kehidupan. Sungguh tidak mungkin lagi akan mempergunakan pemikiran yang lain kalau seorang muslim sudah sampai pada tahapan kesadaran ini.


Tentu untuk sampai ditahap itu tidak segampang membalikkan telapak tangan. Perlu ma’lumat sabiqoh yang  terus menerus bertambah melalui penambahan wawasan atau tsqofah Islam dengan thriqoh yang benar. Maksudnya begini, banyak juga individu muslim yang tsaqofahnya banyak tapi kehidupannya tidak Islami atau Syar’i. Di sinilah berperannya thoriqotul (jalan) menuju iman itu harus benar pula.


Iman yang harus dapat diterima secara akal atau pemikiran pulalah yang mengawalinya. Baru setelah itu dalil yang berupa doktrin. Akal atau pemikiran harus terpuaskan dengan keberadaan manusia, alam dan pencipta. Lalu kebutuhan manusia akan rasul, malaikat, kitab, yang dalam, itu juga sudah dilengkapi keterangan qada dan qadar. Dalil mengenai keimanan yang menyeluruh (kaffah) itu sendiri akan dapat kita baca kemudian dalam kitabNya Al Qur’an.


Jika sudah terpuaskan jalan menuju iman itu secara aqli dan naqli, maka pada gilirannya individu muslim akan bersandar pada itu, segenap aturan dalam hidup dan kehidupan harus datang dari pencipta yaitu Allah SWT. Itulah pemikiran yang benar,  ilmu yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, ilmu lil ‘amal yang mendasari aqidah. Lurus dan terarah menuju taat kepada Allah dalam segala hal. Aamiin.




*telah tayang di FB Agustus 2014

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. DARWIN SUTIMIANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger