RAPOTAN SEMESTER
Oleh : Darwin Nasution
Rapot sejatinya berasal dari kata "report" atau laporan. Lisan berevolusi kemudian jadi menyebut rapor, karena agak sulit, praktisnya jadi "rapot", simpel dan gampang. Walaupun maknanya masuk ke kaidah " "li qulli maqomin maqolun, li qulli maqolin maqomun". Kita jadi tetap mengerti rapot walau bahasanya mungkin salah, tapi telah jadi ungkapan setempat.
Maknanya umum, bisa laporan pekerjaan,
penelitian, ataupun di sekolah laporan hasil pendidikan anak setelah melewati masa tertentu dalam bentuk buku rapot.
Dalam hal ini, di negeri kita, buku rapot, dikeluarkan hasinya per semester atau enam bulan.
Dalam rapotan yang terpenting ada interaksi pihak sekolah dengan pihak orang tua siswa. Sudah ada aturan rapot hanya bisa diambil oleh orang tua atau wali yang mewakili orang tua, bukan siswa yang mengambilnya.
Interaksi ini bukan untuk mengambil rapot semata tetapi menjadi kesempatan membicarakan perkembangan anak, baik akademik, ahlak maupun praktek agamanya.
Memang, hendak suasana interaksi ini harus dimanfaatkan dalam berbagai hal, diantaranya :
Pertama, memanfaatkan pertemuan dengan orangtua/wali siswa untuk membahas persoalan yang dihadapi siswa dam belajar. Sekecil apapun effort mereka, diharga dengan kata yg bagus, apresiasi usaha yang telah mereka berikan demi anak.
Kedua, dalam hal yg belum mencapai nilai minimal lulus, maka disampaikan bahwa siswa yang bersangkuta harus belajar lebih banyak dan lebih baik. Wali kelas harus memberitahu supaya menghubungi guru mata pelajaranl untuk perbaikan nilai di semester depan.
Ketiga, mohon kerjasama dari wali murid dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar sekolah untuk tercapainya tujuan mencerdaskan anak, berahlak mulia dan beragama yang baik.
Keempat, buku rapot dan Lembar Jawaban ujian boleh dibawa pulang dan dijadikan petunjuk nasehat oleh orang tua. Bila sudah masuk Keriteria Ketuntasan Minimal (KKM) supaya ditingkatkan ke nilai terbaik yang siswa mampu. Sebaliknya jika belum, harus bekerja sama mendisiplinkan belajar siswa agar lulus tiap mata pelajaran semester berikutnya. Rapot dan Lembar Jawaban bisa dikembalikan lagi dengan tanda tangan orang tua/wali ketika masuk semester depan
Kelima, mohon kerjasama dengan orang tua untuk membimbing siswa dalam proses belajar dan praktek agama terutama shalat di rumah.
Rapotan ritual enam bulanan harus senantiasa dimanfaatkan untuk mendiskusikan berbagai hal tentang siswa, dimana tujuan akhir yang diharapkan sekolah dan orang tua adalah demi siswa yang lebih baik.
Aamiin
Bogor 23/12/23
DRN




0 komentar:
Posting Komentar