PENCARI KAYU BAKAR
Oleh: Darwin Nasution
Pada perempuan melekat makna Ibu yang dianggap sebagai tulang punggung negara. Kenapa Ibu-disamakan seperti tulang punggung? Karena fungsi dari tulang punggung adalah menegakkan badan kita. Memiliki fungsi yang sama, berdiri-tidaknya suatu negara tergantung dari cara Ibu mendidik anak-anaknya. Jika Ibu-ibu di suatu negara mengajarkan kebajikan, kejujuran, dan kepemimpinan berpikir, Insya Allah di suatu negara akan generasi yang melanjutkan kehidupan ideologis.
Sungguh mulia tugas seorang ibu--kaum perempuan--jika kita menyadarinya. Ibu-ibu, sering dinisbahkan dengan makna dapur dan rumah tangga. Hal ini tidaklah salah, karena memang para Ibu dan perempuan mahir di bidang ini, dan ini adalah tugas utama Ibu di mana pun. Ibu sebagai pengatur manajemen rumah tangga.
Namun bukan berarti seorang Ibu tidak bisa bekerja menggapai karirnya. Hal ini boleh-boleh saja selama tidak melupakan karir utamanya sebagai pengatur manajemen rumah tangga tadi. Meskipun sering dianggap sebelah mata, namun sebenarnya pekerjaan Ibu rumah tangga itu sangatlah mulia, dengan slogan: Di dapur, Ibu mempersiapkan negeri menuju keadaan lebih baik, karena beliau menghidangkan makanan dan kasih sayang.
Tetapi, peran itu lebih jauh kini. Peran ibu dan perempuan melebar ke luar rumah, tidak dalam kondisi nyaman, tetapi demi memperjuangkan ekonomi keluarga. Terkadang dunia yang mereka masuki lebih pas untuk kelompok maskulin, seperti pekerja pomp bensin, pedagang pasar, ataupun pencari kayu bakar.
Lapat-lapat pelan tetapi terdengar jelas dendang lagu legendaris Firgiawan "si Fals" Listianto, berjudul Ibu. Perempuan perkasa atau ibu-ibu kita yang banyak mengurai tenaga dan air mata untuk keluarga dan anak-anaknya. Penuh dedikasi hingga beliau-beliau terkadang tidak memikirkan lagi kapasitas beban fisiknya...sampai kadang tapak kaki itu terkelupas berdarah...bernanah....saya menangis oleh syair lagu itu...doaku untuk perempuan2, terutama ibu.
Iwan Fals – Ibu
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah
Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…ibu…ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…ibu…ibu…
(foto:tempoyaker.blogspot.com)



0 komentar:
Posting Komentar