Home » » VISI BARU

VISI BARU

Apa visi di semester baru, tahun baru duhai anak-anak dan guru? Sebuah pertanyaan yang bisa ditanyakan kepada kita ketika akan memasuki semester baru kebetulan pula di tahun baru. Namun, apakah kita telah membuat sebuah rencana hingga akhir semester mengenai perubahan yang lebih baik untuk diri kita bersama? Jawabannya tentu saja ada pada diri kita sendiri masing-masing, baik siswa maupun guru. Tapi menurut pendapat penulis, ketika kita berganti semester dengan semangat tahun baru pula,  harus membawa perubahan-perubahan yang lebih baik dari semester lalu. Salah satunya adalah semangat yang baru. Semangat untuk datang ke sekolah, semangat untuk menuntut ilmu dalam kerangka ibadah, semangat untuk mencapai visi dan sebagainya. Dengan menggelorakan semangat dan membuang rasa malas, akan berdampak baik pada kehidupan kita dan membawa perubahan besar.

Cara yang diupayakan dilakukan agar kita bisa membangun semangat yaitu : 

Pertama, Niat. Apapun yang kita ingin lakukan tanpa dasar niat, maka akan susah untuk melaksanakannya. Begitu pun sebaliknya, jika kita berniat untuk melakukan hal baik walaupun prosesnya akan susah, insyaAllah kita bisa melewati hal tersebut. Niat membatasi pencapaian, yang diniatkan yang akan didapat. Rasulullah SAW bersabda:

إنما الأ عمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى

Artinya: "Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan," (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua, Ibadah pagi. Ibadah pagi, terutama shalat subuh memiliki banyak manfaat untuk kita. Subuh mengharuskan bangun pagi. Sebelum subuh kita bisa menambah ibadah dengan sunnah muakkad sebelum subuh yang ganjarannya lebih baik dari isi dunia ini.  Kita memiliki cukup waktu untuk memulihkan diri sehingga lebih bugar jika bangun pagi di suasana masih segar. Oleh sebab itu, tips ketika kita ingin bangun lebih awal kita juga harus tidur lebih awal dan memiliki waktu tidur yang cukup, terutama dengan naiatan shalat subuh berjamaah di masjid. 

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat terberat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya’ dan Shubuh berjamaah di mesjid. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua shalat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak.”(HR Ahmad).

Ketiga, membuat rencana atau jadwal apa yang mau dikerjakan setiap harinya. Untuk memaksimalkan kerja kita sehari-hari, alangkah baiknya kita menjadwalkan atau mengagendakan apa yang akan kita kerjakan beserta waktunya agar efektif. Dengan membuat rencana keseharian juga dapat menjadikan kita menjadi orang yang disiplin, disiplin waktu terutama. Karena kalau kita tidak meraih waktu, maka waktu tersebut pasti akan meninggalkan kita. Alangkah sayangnya waktu berlalu, kita belum berbuat apa-apa. Allah SWT bersumpah atas waktu, yang paling kita kenal pada QS Al Ashr 1-3.

الْعَصْرِ(1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ(2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ(3

Artinya:“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya tetap di atas kesabaran.”



Keempat, bersabar. Bersabar merupakan suatu harapan yang ada pada individu bahwa segala sesuatu akan berjalan menuju kearah kebaikan. Jika pun tidak, kita harus rela apapun hasilnya yang dikehendaki Allah SWT. Baik buat kita belum tentu menurut Allah, sementara buruk menurut kita, barangkali itu yang terbaik yang Allah berikan. Maka sikap sabar beririsan dengan qona'ah menerima apa yang ditetapkan oleh Allah. Dengan bersabar secara langsung kita telah berprasangka baik kepada Tuhan dan tidak meragukan kuasaNya. 

Nabi bersabda seraya berdo'a: Ya Allah berikan aku sikap qana’ah terhadap apa yang Engkau rizkikan kepadaku, berkahilah pemberian itu dan gantilah segala yang luput (hilang) dariku dengan yang lebih baik.” (HR al-Hakim, beliau menshahihkannya, dan disetujui oleh adz-Dzahabi) 

Kelima, bersyukur. bersyukur adalah ungkapan rasa terima kasih dan pengakuan atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Dalam agama Islam, syukur sangat ditekankan sebagai bentuk ibadah dan kesadaran akan kebesaran Allah. Dalam syukur juga terkandung makna mengikat nikmat Allah yang diterima sebelumnya, sehingga di masa depan terus diberikan dan ditambah. 

Firman Allah : وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”(QS Ibrahim:7)


Dengan menerapkan beberapa hal di atas, kita akan membawa perubahan baru dan tentu insyaAllah mendapatkan goal yang terbaik dalam spritual, ilmu, kesehatan, mental, emosional, dan berbagai aktivitas kita sehari-hari. Untuk itu mari bersama mewujudkan perubahan, kini dan masa depan. Kebaikan  yang kita tanam, kebaikan pula yang akan kita tuai.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. DARWIN SUTIMIANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger