Sakura in my classroom*
Oleh : Refah Al Fatih**
Pagi hari aku
biasa berangkat ke sekolah naik motor sendiri. Biasanya teman-temanku ngajak
nongkrong dulu di kantin, nemenin yang belum sarapan,sih.
“Bro, kau ini pagi sekali nyampe
nya”. Sambut si Alan.
Sambil ngobrol, kami tidak
sengaja bertemu kakak kelas sekaligus anggota OSIS terjatuh dan kertas2 bawaannya
berserakan dimana-mana.
“ Sini kak, saya bantu”. Ucap ku
Saat mau mengambil kertas yang diatas lantai,
tiba-tiba tanganku dan tangan gadis cantik keturunan Negri Sakura itu hampir
papasan dan hamper nyentuh pula.
“ aa, sumimasen daijoubudesuka?”.
Tanya dia.
Tanpa menjawab aku langsung
berikan kertas ke kakak tadi dan cabut ke kelas dengan hati yang
berdebar-debar.
Kenapa dia begitu imut sekali.
Suasana dikelas mulai
Bersiap-siap untuk belajar Pelajaran pertama. Pak Budi.
“ Siap. Gerak.!” “beri salam, selamat pagi
pak.” “Selamat pagi, duduk” perintah pak Budi.
“ Hari ini kita kedatangan murid
baru yaitu, murid pindahan dari luar negri, Jepang. Ayo nak silahkan
masuk.”.
Ternyata murid baru itu………… sambil
membawa tas ransel yang penuh gantungan kunci anime itu semakin terlihat kalo
dia dari Jepang.
“ Salaam, kenaru namma saya Sakurai Hana, atau Hana Sakurai” kenal dia
Karena bangku laki-laki dan perempuan
terpisah dua blok dan aku di pojokan kiri dekat blok bangku perempuan yang
kosong, aku jadi terkejut banget. Bisa pas gitu.
Waktu istirahat tlah tiba.
Waktunya aku berkumpul dengan circle” martial’s” ini karena kelompok ini
terdiri dari peminat beladiri yang berbeda-beda, seperti karate, taekwondo, dan
silat.
“ Risky, lu kan deketan sama tuh
cewek, knp gak kenalan sih, kenalan napa.” Kata Aep.
“Ngapain sih, kan aku cool,
gituuu” jawab ku
“ Halah, kau nggak mau gengsi, ya?” si Alan
nyaut lagi, mana ada Suci lagi mau nagih kas mingguan.
“ Heh pada, mana… katanya mau bayar hari ini? Kok senin gak
pada cabut? Ayok BAYAR!” Suci bendahara yang galak kayak emak-emak.
“ Jangan paksain mereka, siapa tau mereka gak punya uang”
kata si Umi siswa paling cantik nan baik hati sesuai namanya.
“ Eh itu murid baru itu ya? Sekelas sama kita” kata Umi
abis nasihati Suci.
“ Mau baru, mau lama. Yang namanya kas harus dibayar tepat
waktu.” sergah Suci
“ Etto, kalian teman
saya kan, dikelas XF kan?” Tanya Hana.
“ Yo, ore wa Haruto da,
yoroshiku.” HARTO WIBU.
“ Yailah, sok wibu lu. Gara-gara sering nonton anime bajak
laut mulu sih lu” Aep yang muak dengan kelakuan wibu itu.
“Namaku Rizky, yang kayak ketua geng itu Aep, yang pake
jaket gambar anime itu Harto, yang kumisan Alan, ini dari Aceh namanya Iskandar,
atau dipanggil Alex, dan itu yang lagi ngambilin makan Rusdi.” “ oh ya hamper
lupa yang perempuan. Yang lagi megang buku kas kelas itu Suci, dan yang sebelah
nya itu Umi.”
Waktu jam sekolah
selesai, saatnya balik.
“ Bro jangan lupa abis jum’atan kita ngumpul di pos lima, oke?”
minta siAlan. Ada apaan sih kek nya
penting banget deh.
“Assalamu’alaikum, maa!, ummah!” salam plus manggil.
“Ummah lagi ngajar, bentar lagi
pulang kok” jawab kakakku. Kakakku perempuan kembar dan adekku juga perempuan.
Memang aku doang yang cowok sendiri setelah setahun Abahku meninggal akibat
gugur melawan perampok di bank, padahal bukan polisi maupun tentara, melainkan
guru karate.
Beberapa waktu yang lalu aku pernah mendengar kabar kalo ada geng ‘the rebellion’



0 komentar:
Posting Komentar