Oleh : Darwin Nasution
Satu kisah di periode Madinah, pada saat perang Yarmuk, 3 sahabat nabi dalam keadaan sekarat: Ikrima bin Abu Jahal--ternyata ada anak Abu Jahal yang beriman--, Suhail, dan Al Harits.
Ikrima merintih-rintih terluka meminta air minum kehausan. Seorang sahabat lain (belum penulis temukan nama sahabat si pembawa air) datang dengan membawa air. Saat sahabat yang membawa air tersebut mendekat dan hendak memberikan air minum itu kepada Ikrima, Ikrima melihat Suhail juga dalam keadaan sekarat dan kehausan. Maka, Ikrima memberikan tanda kepada si pembawa air untuk memberikan air itu kepada Suhail.
Saat si pembawa air tersebut hendak memberikan air kepada Suhail, Suhail melihat ke arah Al Haritz yang juga dalam keadaan sekarat. Dan saat si pembawa air hendak memberikan air itu kepada Al Haritz, Al Haritz melihat Ikrima dalam keadaan sekarat dan meminta air itu diberikan kepada Ikrima.
Sementara Ikrima tetap mengarahkan si pembawa air untuk memberikan air tersebut kepada Suhail, namun Suhail mengarahkan air minum tersebut diberikan kepada Al Haritz, dan Hal Haritz meminta air itu diberikan kepada Ikrima. Begitu terus, berlanjut hingga akhirnya mereka bertiga menghembuskan nafas terakhir, mati syahid.
Ketiga sahabat nabi tersebut hendak mendapatkan Ridho Allah dengan lebih mengutamakan orang lain meski sudah dalam keadaan sakaratul maut.
Memutuskan untuk lebih mementingkan kepentingan orang lain mungkin terasa sulit. Terlebih bila kondisi kita juga dalam kesulitan. Namun dari kisah tadi mereka berkeyakinan bahwa Allah juga akan menolong dan memberi jauh lebih baik serta melebihi apa yang dibutuhkan. Apa yang kita takutkan?
Karena sejatinya, tak ada yang bisa menolong kita kecuali Allah. Maka jelas berserah diri 3 sahabat kepada-Nya, sang bidadari akan ...akan tersenyum menyambut senyum syahid mereka di syurgaNya (foto:el-andalucy.blogspot.com)



0 komentar:
Posting Komentar