Di suatu desa konon kala itu ada seorang anak yang bernama Bawang Putih. Dia baru saja ditinggal oleh ibunya karena sang ibu wafat dipanggil sang Pencipta. Kini tinggal hanya berdua bersama ayahnya.
Tak berapa lama setelah kematian ibunya, ayah Bawang Putih menikah lagi. Menikah dengan seorang janda beranak satu. Nama anaknya Bawang Merah.
Bawang Putih masih dalam kesedihan mendalam ditinggal ibunya. Sekarang dia mempunyai ibu tiri yang sikapnya sangat tidak disukai bawang putih, ikut-ikutan pula tingkah yang sama dari saudara tirinya Bawang Merah. Kelakuan mereka berdua sangat menyeramkan setiap kali Bawang Putih ditinggal ayah berangkat kerja.
Ibu tiri dan Bawang Merah saudara tirinya, terus menyuruh Bawang Putih beres-beres di rumah. Mencuci piring, baju, menyapu rumah dan memasak. Selesai kerjaan yang satu belum istirahat, sudah disuruh lagi kerjaan lainnya.
Sampai pada suatu hari, Bawang Putih disuruh ibunya pergi ke sungai untuk mencuci baju. Malang bagi Bawang Putih ada baju ibu tirinya hanyut dibawa air.
Sepulangnya sampai dirumah kembali, ibu tirinya marah kepadanya dan menyuruh Bawang Putih untuk pergi mencari baju tersebut sampai ditemukan. Malampun tiba, Bawang Putih terus mengikuti arus air, namun baju ibunya tak kunjung ditemukan.
Dalam keadaan lelah dia tiba di rumah seorang nenek tua. Bawang Putih merasa tidak tahu mau kemana lagi dan meminta izin menginap. Nenek itu setuju dan meminta Bawang Putih menginap di rumahnya selama seminggu. Bawang Putih sangat menyenangkan hati nenek tua dan banyak membantu pekerjaan di rumahnya.
Hingga tiba saat pulang, Bawang putih dihadiahi sebuah labu. Pesan sang nenek labu adalah makanan yang mengenyangkan dan tahan lama. "Bijinya bisa kamu semaikan dan tanam sebanyak yang kamu mau", kata sang nenek. "Semoga ibu tiri dan saudara mu sudah berubah dan menerima kamu kembali dengan senang hati"
"Ya, nenek", jawab Bawang Putih, berurai air mata sedih meninggalkan sang nenek yang baik hati.
*Oleh Nabila Zahra, kelas XII Masmi, untuk majalah dinding, disimpan sementara disini.



0 komentar:
Posting Komentar