HALAQAH DAN EKONOMI
Oleh : Darwin Nasution
Halaqah merupakan aktvitas pengajian yang bertujuan kepada sampainya tsaqofah Islam melalui kitab rujukan. Kitab rujukan mubah diperkaya dengan kitab semisalnya yang masih berkaitan.
Oleh karena itu, halaqah harus selalu memaklumkan bahwa tujuan membina masyarakat adalah sejatinya membentuk kepribadian Islam. Secara terus menerus membentuk pola pikir Islam dengan proses belajar terjadwal.
Hasilnya harus sampai mengkristalkan pemahaman serta membentuk jiwa islami melalui penanaman keyakinan dan motivasi penerapan.
Lalu bagaimana halaqah dengan ekonomi? Wajib difahamkan bahwa ekonomi Islam adalah solusi satu-satunya ekonomi dunia. Harus bisa menggambarkan kerusakan selainnya, harus bisa mengilustrasikan contoh kerusakannya. Al Alamah Syaikh Taqiyuddin An Nabhani telah mengingatkan dalam kitab Nidzomul Iqtishodi fil Islam, hal paling buruk dan berbahaya dalam kehidupan adalah menyerahkan pemerintahan dan ekonomi kepada orang kafir.
Jadi halaqah itu disarankan komparatif supaya rasional. Memperbandingkan dan boleh mempelajari waqi' lain. Dalam ekonomi misalnya, boleh dan hemat penulis disarankan baca kitab lain yang khas menggambarkan konspirasi dan kerusakan jangka panjang.
Isinya bagaimana AS dan komparador yg dikuasainya seperti USAID, WB, IMF, WTO, WHO dll, menekan dan meyakinkan pemimpin politik dan finansial (Presiden dan Menkeu) negara-negara berkembang. Hal ini berkaitan dengan potensi boleh pinjam dan berhutang besar untuk 'kestabilan ekonomi' kepada lembaga-lembaga yg telah disebutkan di atas.
Dalam posisi gagal bayar pokok dan bunganya, negara-negara tersebut dipaksa 'tunduk' pada tekanan politik AS dalam berbagai masalah dan berbagai bidang. Kelihatan bukan, awalnya issu ekonomi, lalu menekan ke segala hal, sampai merusak di negara penerima bantuan dalam jangka panjang. Hit, lari dari tujuan pertama, merambah ke berbagai tujuan yang diinginkan AS.
Negara-negara tsb dibungkam secara politik, sampai di masyarakat diciptakan diskrevansi atau jurang kesenjangan yang lebar antara yang punya dan papa, antara kaya dan si miskin, antara rakyat dan oligarkhi. Kesenjangan diperlebar, ekonomi dan berbagai bidang dirusak dalam jangka panjang.
Anggota halaqah dan musyrifnya harus faham fauqo jidar dari Covid, Wolbachia, Freeport, Exxon, Cocacola, Kentucky California Fried Chicken, pembelian pesawat tempur ringkih F-16, pembelian Boeing tahun tua, X Factor, American Idol, dll, adalah bagian dari paket hit, hitman ekonomi yang melebar tekanannya ke sana ke mari.
Semoga menginspirasi halaqah ekonomi dimanapun adanya, sadar ekonomi Islam utama dan satu-satunya.
Bogor 27/12/23



0 komentar:
Posting Komentar