Mengawali pentingnya Bahasa Arab, di dunia dan akhirat mari kita simak hadits berikut ini :
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” أحِبُّوا الْعَرَبَ لِثَلَاثٍ: لِأَنِّي عَرَبِيٌّ، وَالْقُرْآنُ عَرَبِيٌّ، وَكَلَامُ أَهْلِ الْجَنَّةِ عَرَبِيٌّ ” [رواه الطبراني]
Dari Ibn Abbas ra, Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : Cintai arab karena tiga hal, karena saya adalah orang arab, karena al-Qur’an berbahasa arab, dan bahasa penduduk sorga adalah Bahasa Arab. [HR: Thabrani]
Dari Hadits ini kita bisa mengetahui bagaimana pentingnya belajar bahasa Arab bagi setiap orang muslim, karena Bahasa Arab bukanlah bahasa untuk orang Arab saja, Bahasa Arab adalah bahasanya orang muslim, di seantero jagad apapun suku dan bangsanya.
Sejak berada dalam kandungan, ibu hamil disuruh, disarankan untuk memperdengarkan Qur’an kepada janinnya, ketika sesaat saja lahir ke dunia, dikumandangkan adzan di telinga kanannya dan Iqomah di telinga kirinya, umur balita ia belajar mengeja Huruf Hijaiyah, usia sekolah kemudian masuk TPQ/TPA hingga mahir baca al-Qur’an, sampai dzikir dan sholat, usia sekolah dan dewasa mengikuti kajian kitab (halaqoh) rutin keagamaan dan taklim, semua menggunakan bahasa Arab.
Kenapa Rasulullah menyuruh kita mencintai Bahasa Arab? Karena Al-Qur’an yang kita baca sepanjang hidup berbahasa arab, dan kita tidak akan faham isi al-Qur’an dengan sempurna kecuali jika kita menguasai Bahasa Arab dan perangkat ilmu alat memahaminya, seperti Nahwu, Shorof, Bayan dst.
Bahasa dunia, bahasa alam barzah pun Bahasa Arab, bahasa penduduk surga juga Bahasa Arab.
Maksudnya adalah, jika kita mengetahui Bahasa Arab, maka akan memudahkan mengetahui kandungan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW yang menerangkan bagaimana perjalanan hidup manusia dari dunia sampai akhirat.
Oleh karena Al Qur'an dan As Sunnah ditulis dalam bahasa Arab, tatkala kita memahami isi keduanya dengan baik dan benar, lurus dan istiqomah mengamalkan isinya, dan dengan itulah berdo'a biidznillah manusia masuk ke dalam surga yang berbahasa Arab.
Firman Allah subhanahu wata'ala :
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ
Sesungguhnya Kami menurunkannya sebagai Qur'an berbahasa Arab, agar kamu mengerti. (QS Yusuf:2)
بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِيْنٍۗ
(Diturunkan) dengan bahasa Arab yang jelas. (QS As Syura ; 195)
وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا لِّتُنذِرَ أُمَّ ٱلْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنذِرَ يَوْمَ ٱلْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ فَرِيقٌ فِى ٱلْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِى ٱلسَّعِيرِ
وَكَذَٰلِكَ أَنزَلْنَٰهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا ۚ
Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. (QS Ar Ra'd : 37)
وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُۥ بَشَرٌ ۗ لِّسَانُ ٱلَّذِى يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِىٌّ وَهَٰذَا لِسَانٌ عَرَبِىٌّ مُّبِينٌ
Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang (QS An Nahl : 103).
قُرْءَانًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِى عِوَجٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
(Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa (QS Az Zumar : 28)
كِتَٰبٌ فُصِّلَتْ ءَايَٰتُهُۥ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا لِّقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui (QS Fussilat : 3)
وَلَوْ جَعَلْنَٰهُ قُرْءَانًا أَعْجَمِيًّا لَّقَالُوا۟ لَوْلَا فُصِّلَتْ ءَايَٰتُهُۥٓ ۖ ءَا۬عْجَمِىٌّ وَعَرَبِىٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هُدًى وَشِفَآءٌ ۖ وَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍ
Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh". (QS Fussilat : 44)



0 komentar:
Posting Komentar