(Sejarah Paramedis Perang)
Oleh : Darwin Nasution
Paramedis adalah seorang tenaga medis yang berspesialisasi dalam perawatan darurat. Mereka bukan dokter , perawat , atau asisten dokter.
Kata paramedis merupakan gabungan dua istilah. “Para” artinya di sebelah, dan “medis” artinya dokter. Artinya paramedis bekerja berdampingan dengan dokter, meski tidak selalu secara fisik. Mereka dapat memberikan pengobatan yang menyelamatkan nyawa seseorang sampai mereka dapat pergi ke dokter, atau tidak sama sekali karena sembuh dengan izin Allah SWT di tangan mereka.
Sejarah paramedis perang yang mashur adalah Umayyah binti Qais. Dia datang jauh dari negeri Ghiffar untuk ketemu Nabi Muhammad SAW.
Pada saat masih belia, cahaya iman yang ditebarkan Rasulullah SAW menyinari harinya. Ia pun rela menempuh perjalanan jauh demi bertemu tokoh idola sepanjang zaman, Rasulullah SAW. Umayyah menghadap Rasulullah dan berjanji untuk membantu perjuangan dakwah Islamiyah.
Pada tahun ke-7 Hijriah atau 629 M, pasukan Rasulullah SAW bertempur melawan orang-orang Yahudi yang tinggal di Oasis Khaibar, sejauh 150 kilometer dari Madinah atau Timurlaut Semenanjung Arab. Dengan demikian, pertempuran itu dikenal sebagai Perang Khaibar. Perang itu terjadi tak lama setelah Perjanjian Hudaibiyah. Umayyah binti Qais termasuk pasukan paramedis dalam perang ini. Perang yang diakhiri dengan kemenangan. Tentu seperti lazimnya akan ada ghanimah yang diperoleh umat muslim sebagai pemenang.
Sebuah kalung dari ghanimah dihadiahkan Rasulullah SAW atas keberanian Umayyah binti Qais al-Ghiffariah turun ke medan Perang Khaibar. Meski seorang perempuan, keberanian Umayyah untuk membela agama Allah SWT sungguh luar biasa. Ia membela agama Allah sesuai dengan kemampuannya. Istimewanya kalung itu langsung dipasangkan oleh Nabi SAW di leher Umayyah binti Qais.
Merasa istimewa dengan hadiah itu, kalung tersebut tidak pernah lagi dilepas seumur hidupnya. Bahkan diwasiatkan kepada keluarganya kalung itu diikutsertakan dikubur saat beliau meninggal di kemudian hari.
Benar saja, Umayyah binti Qais meninggal yang bernostalgia tangan Nabi yang melingkarkan kalung ghanimah di lehernya, kalung itu ikut dikubur bersama jasadnya.




0 komentar:
Posting Komentar