Home » » COBEK (Dari Zaman Mesolitikum, Bukti Budaya Abris Sous Roche)*

COBEK (Dari Zaman Mesolitikum, Bukti Budaya Abris Sous Roche)*

 

Oleh : Darwin Nasution**

Apakah anda mengenal cobek. Atau secara umum di Jawa selain cobek disebut dengan ulekan. Fungsinya secara ringkas tempat menggiling, melumat bumbu atau makanan.

Secara istilah cobek merujuk kepada sejenis mangkuk sebagai alas untuk kegiatan menumbuk atau mengulek, sementara ulekan merujuk kepada benda tumpul memanjang seperti pemukul yang dapat digenggam tangan untuk menumbuk atau mengulek suatu bahan. Baik cobek ataupun ulekan biasanya dibuat dari bahan yang keras, misalnya kayu keras, batu, keramik, atau logam.




Alat yang telah digunakan sejak zaman purbakala untuk mendorong, menarik, menumbuk, menggiling, melumat, mengulek, menggoyang dan mencampur bahan-bahan tertentu (misalnya bumbu dapurrempah-rempahjamuobat-obatan bahkan makanan langsung jadi).

Pada zaman Mesolitikum atau Zaman Batu Pertengahan (Madya)--berada di antara Zaman Paleolitikum (zaman batu tua) dengan Zaman Neolitikum (zaman batu muda)--terbilang 10.000-5000 SM, benda ini disebut batu pipisan atau batu penggiling beserta landasannya.




Diduga kuat kebudayaan ini sudah berasal dari manusia yang sudah mukim atau menetap, bukan lagi nomaden ( kutu loncat, berpindah-pindah). Tempat tinggal yang dipergunakan sudah abris sous roche. Abris sous roche adalah gua bukit payung, sebuah tempat berwujud yang lebih menyerupai ceruk yang terdapat pada batu karang baik yang dibentuk sendiri, maupun yang sudah semula jadi tercipta mirip gua. Tempat ini cukup untuk berlindung dari panas dan hujan.

Di abris sous roche ditemukan banyak peralatan yang berasal dari zaman Mesolitikum, contohnya batu pipisan, atau cobek dan ulekan sekarang ini. Di Mandailing Sumatera Utara benda ini disebut panggilingan, umumnya terbuat dari batu juga, sama fungsinya, fungsi utama menggiling makanan.



Abris sous roche pertama kali dilakukan penelitian oleh Von Stein Callenfels di Goa Lawa dekat Sampung, Ponorogo, pada 1928-1931. Kebudayaan abris sous roche juga ditemukan di Besuki (Bojonegoro) dan di daerah Sulawesi Selatan seperti Lamoncong, bahkan sampai pantai Timur Sumatera.

Lebih kurang untuk fungsi yang sama, lesung adalah modifikasi perbaikan dari batu pipisan atau cobek. Pada lesung lubangnya dibuat lebih dalam, fokus tenaga gilingnya, dan makanan tidak mudah tumpah atau berserakan ke luar karena tertahan dinding lesung. Salah satu kelemahan batu pipisan atau cobek dahulu adalah makanan masih memungkinkan tumpah karena dinding relatif tidak ada, bahkan kalau ada ukurannya rendah atau pendek.

* contoh karya tulis Sejarah materi pelajaran kelas X

** penulis adalah guru Sejarah di MA Shautul Mimbar Al Islami Tenjolayaya







0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. DARWIN SUTIMIANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger