Penaklukan
Konstantinopel 1453*
Oleh
: Davina Hendri XII**
Sejak
tahun 324 M hingga pertengahan abad ke-15 Konstantinopel menjadi ibukota
Byzantium, Kerajaan Romawi Timur. Konstantinopel terletak di antara benua Asia
dan Eropa, serta dibelah oleh Selat Bosporus.
Latar
Belakang
Sultan
Mehmed II, atau biasa disebut dengan Muhammmad Al Fatih, memiliki banyak alasan
yang kuat untuk menaklukkan Konstantinopel. Latar belakang dari penaklukan
Konstantinopel tersebut, diantaranya :
Pertama,
Kekhilafahan Utsmaniyah ingin menguasai aktivitas perdagangan internasional di
kawasan Konstantinopel,
Kedua,
Muhammmad Al Fatih ingin meruntuhkan dominasi Byzantium Romawi Timur di kawasan
Timur Tengah (Middle East),
Ketiga,
menegaskan kekuatan kekuatan pengaruh Islam di Asia, Eropa dan Dunia.
Terjadinya
Penaklukan
Upaya
penaklukan Konstantinopel dimulai dengan pengepungan pada tanggal 06 April 1453
M. Pasukan Utsmani di bawah pimpinan Al Fatih berjumlah 150.000 tentara.
Pasukan dengan senjata-senjata raksasa seperti Meriam Basilica yang dibuat
dengan teknologi terbaru pada masa itu.
Selama
penaklukan Muhammad Al Fatih dibantu oleh para penasihat dan ahli perang yang
bisa diandalkan seperti Syaikh Aaq Syamsudin, Halil Pasha dan Zaganos Pasha
yang merupakan 3 orang kepercayaan Muhammad Al Fatih dalam penaklukan
Konstantinopel. Bahkan sejak diangkat jadi sultan di usia 12 tahun, Syaikh Aaq
Syamsudin mentor Al Fatih dalam berbagai bidang seperti Sejarah, Geografi,
Matematika, Fisika, Kimia dan Bahasa.
Pertempuran
Konstantinopel 1453 berlangsung di darat, laut dan bawah tanah, pertempuran
darat terjadi di sekitar benteng Konstantinopel, pertempuran laut berlangsung
di perairan Tanduk Emas, dan pertempuran bawah tanah dilakukan melalui
penggalian terowongan oleh pasukan Utsmany untuk meruntuhkan Struktur benteng
Konstantinopel.
Penaklukan
Konstantinopel tak kunjung menunjukan hasil yang positif selama berminggu
minggu, pasukan muslim masih belum mampu untuk meruntuhkan benteng
Konstantinopel. Dalam buku bangkit dan runtuhnya Khilafah Utsmaniyah (2003)
karya Ali Muhammad Ash-Shalabi, momen puncak dari penaklukan Konstantinopel
terjadi ketika Muhammad Al Fatih memutuskan untuk memindahkan kapal perang
Utsmani dengan jalur darat untuk menghindari rantai-rantai di bawah laut yang
dipasang oleh Byzantium Romawi. Kapal-kapal dan atrtileri sejumlah 70 dari 320
kapal dibawa melewati gunung setinggi 60 meter di atas benteng Konstantinopel,
dan sukses.
Penyerangan
sporadis dan terorganisir dari darat dan kapal perang puncaknya terjadi pada
tanggal 29 Mei 1453. Benteng yang tebal temboknya 5 meter jebol diterjang
meriam Basilica. Meriam beramunisi 500 kg itu menciptakan lubang besar di
dinding benteng. Menjadi jalan masuk tentara muslim Utsmany yang menyemut 150.000
personel tadi. Pasukan pemanah berhasil menurunkan bendera Byzantium,
menggantinya dengan Liwa dan Roya Islam. Tercapailah kemenangan Islam setelah
pengepungan yang melelahkan selama 53 hari, 6 April – 29 Mei 1453 M.
Terwujudlah
hadits nabi yang intinya berbunyi, “Akan dibuka Konstantinopel, sebaik-baik
pemimpin pasukan adalah pemimpin saat itu, sebaik-baik pasukan (tentara) adalah
pasukan saat itu”.
Ditaklukkan
oleh seorang pemimpin mukmin terbaik, yang taqwa sejak akil baligh nya.
*dari
berbagai sumber
**siswi
MA SMI Tenjolaya kelas 12, karya publish di mading sekolah, disimpan sementara
oleh gurunya di sini


0 komentar:
Posting Komentar