Home » » PERISTIWA-PERISTIWA BERSEJARAH DI BULAN RAMADHAN*

PERISTIWA-PERISTIWA BERSEJARAH DI BULAN RAMADHAN*

Oleh : Darwin Nasution

Kalau kita uraikan judul di atas per frasa, secara ringkas ada kata 'peristiwa', 'sejarah' dan 'Ramadhan'. Apa yang bisa kita perhatikan selanjutnya, 'Ramadhan' membatasi pembahasan kita pada bulan tertentu dalam konsep Islam. Peristiwa sejarah yang terjadi pada bulan puasa. Karena batasan itu, mungkin peristiwa sejarah bisa berkaitan dengan Islam, bisa pula tidak, tetapi pencarian memunculkan secara umum berkaitan dengan Sejarah Islam. 

Mungkin ada baiknya kita ulang kembali apa syarat peristiwa disebut sejarah. Menurut LIbrary FIS-UNY. ac.id : "Agar sebuah peristiwa dapat dikatakan sebagai sejarah maka harus memenuhi ciri-ciri berikut ini. Peristiwa tersebut berhubungan dengan kehidupan manusia baik sebagai individu maupun kelompok. Memperhatikan dimensi ruang dan waktu (kapan dan dimana). Adanya hubungan sebab-akibat dari peristiwa tersebut".

Peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan Ramadhan diantaranya :

1. Nuzulul Qur'an.  

Peristiwa ini terjadi pada 17 Ramadhan 611 M. Peristiwa Nuzulul Quran merupakan peristiwa dimana kitab suci Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai wahyu pertama dan tanda dimulainya tahun pertama kenabian Rasulullah SAW. 

Secara garis besar, peristiwa diturunkan Al-Qur’an dengan dua proses. Pertama,  Allah SWT menurunkan Al-Qur’an dari Lauh Mahfudz ke Baitul Izzah atau Langit Dunia. Kedua, Allah SWT menurunkan Al-Qur’an dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad SAW. Turunnya Al-Qur’an dari Lauh Mahfudz ke Baitul Izzah atau langit dunia inilah yang disebut sebagai Lailatul Qadar. sedangkan dari Baitul Izzah ke Bumi disebut dengan Nuzulul Qur’an. 

Saat itu, Nabi sedang menyepi di Gua Hira’, datang  Malaikat Jibril menghampiri dan memintanya membaca Al-Qur’an. Nabi menjawab dirinya tidak bisa membaca. Akhirnya, Jibril mengajarkan Nabi membaca dengan surah Al-Alaq ayat 1-5 sebagai surat pertama dalam Al-Quran. 

Apa hubungan sebab akibat turunnya surat pertama ini, adalah perintah membaca yang ditafsirkan sebagai perintah belajar. Demikian selanjutnya berangsur-angsur turun surat dan ayat yang berisi syariat. Misalnya turunnya surat Al Isra ditafsirkan diwajibkannya perintah shalat. Pada malam Isra’ mi’raj, tepatnya satu setengah tahun sebelum hijrah, Allah mewajibkan sholat lima waktu kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallamKemudian secara berangsur, Allah terangkan syarat-syaratnya, rukun-rukunnya, serta hal-hal yang berkaitan dengan sholat. 

Pertama kali diwajibkan untuk berpuasa oleh Allah SWT bagi umat Islam terjadi pada tahun kedua Hijriyah, bersamaan dengan turunnya Surat Al Baqarah ayat 183. Sedangkan larangan haramnya khamar turun pada terjadi pada tahun ke-3 Hijriyah. Artinya dari diutusnya Nabi hingga turunnya larangan tersebut membutuhkan proses dan waktu sekitar 16 tahun. Pelarangan umat islam untuk tidak mengkonsumsi khamr di jelaskan dalam Al-Qur'an (An-Nahl ayat 67 : "Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan" ;An-Nisa' ayat 43 dan Al-Maidah ayat 90-91) dan Hadits Rasulullah SAW.

2. Perang Badar

Perang Badar merupakan perang pertama yang dilakukan oleh umat Muslim. Perang ini dikenal sebagai Ghazwah Badr al-Kubra, yakni perang yang menandai awal kejayaan kaum muslim.

Perang Badar terjadi pada Jumat 17 Ramadan tahun 2 Hijriyah, tepatnya 13 Maret 624 Masehi. 

Dalam perang ini, jumlah pasukan muslim sangat tidak sebanding dengan musuh. Rasulullah membawa pasukan sebanyak 313, sedangkan kaum kafir Quraisy berjumlah 1000 pasukan.

Namun, dengan izin Allah, tentara muslim berhasil mengalahkan pasukan kafir Quraisy.

3. Fathu Makkah 

Peristiwa selanjutnya adalah Fathu Makkah atau pembebasan kota Makkah yang terjadi pada 20 Ramadan tahun 8 Hijriyah.

Peristiwa ini juga merupakan titik pijak umat Islam pulang ke Ka’bah dan Makkah, tempat di mana Nabi Muhammad dilahirkan dan Islam bermula.

Untuk merebut kembali kota Makkah, Nabi mengerahkan 10.000 pasukan. Nabi menginginkan misi merebut kota Makkah dilakukan dengan penuh kedamaian.

Misi itu pun berhasil. Makkah berhasil direbut oleh umat Islam tanpa ada pertumpahan darah.

4. Perang Tabuk

Perang Tabuk sebenarnya dimulai pada bulan Rajab kesembilan Hijriyah. Namun, pada 26 Ramadan, Rasulullah baru kembali dari peperangan tersebut setelah memperoleh kemenangan. Sejarah Perang Tabuk pun menjadi sejarah peperangan terakhir yang diikuti oleh Rasulullah SAW. Rasulullah juga memimpin langsung perang antara tentara Muslim dan pasukan Bizantium atau Romawi Timur tersebut.

Berdasarkan sirah Nabi, ada banyak penyebab yang menyebabkan terjadinya Perang Tabuk. Salah satunya adalah munculnya ancaman dari Ukaidir bun Abdil Malik, seorang Nasrani yang juga pemimpin dari daerah Dumah. Ukaidir mengancam akan memberontak dengan bantuan dari pasukan Romawi. Namun, oleh Nabi, ancaman ini mampu dibendung dan dipadamkan. Sahabat Khalid bin Walid pun menjadi panglima dalam perang ini. Ukaidir akhirnya kalah dan ditawan.

5. Perang Ain Jalut

Perang Ain Jalut mungkin tak begitu popular. Perang Ain Jalut merupakan perang besar yang terjadi pada 3 September 1260 (25 Ramadhan 658 H) di Galilea tenggara di Lembah Yizreel dekat tempat yang sekarang dikenal sebagai Sumur Harod antara orang-orang muslim Mamluk (Turki) dengan bangsa Shamanis Mongol. Ini adalah perang perang dengan kekalahan pertama pasukan Mongol setelah sebelumnya mereka telah menaklukkan negeri-negeri besar lainnya, termasuk Cina.

Hal ini berawal dari ambisi Mongke Khan, cucu Jengis Khan, untuk menaklukkan Mamluk, Mesir. Saifuddun Qutuz, pemimpin kewalian Mesir, di masa pemerintahan Al Mu'tashim Billah Kekhilafahan Abbasyiah, merasa ciut nyalinya karena jumlah pasukan yang sangat besar. Namun dia menyusun strategi dengan menyembunyikan pasukan di bukit-bukit serta memancing pasukan Mongol dengan pasukan kecil.

Wafatnya Mongke Khan di tengah penaklukan pun merupakan pertolongan sendiri dari Allah. Para pemimpin senior pun kembali ke ibu kota Korakorum untuk menghadiri upacara pemakaman, sehingga pasukan yang tersisa berkurang separuhnya. Akhirnya pasukan Qutuz pun berhasil mengalahkan pasukan Mongol dengan semangat pertempuran yang menyala-nyala.

6. Wafatnya orang-orang terdekat Nabi

Bulan Ramadan juga merupakan bulan kepergian orang-orang terdekat Nabi Muhammad SAW.

Siti Khadijah, istri Nabi, wafat pada bulan Ramadhan, tepatnya pada 10 Ramadhan. Sedangkan Siti Aisyah wafat pada 17 Ramadan.

Putri Nabi, Fatimah Az-Zahra, wafat pada 3 Ramadhan. Sahabat Ali bin Abi Thalib wafat pada 21 Ramadhan.

7. Agresi Militer Belanda I

Belanda melancarkan serangan kepada Republik Indonesia yang berdaulat pada 21 Juli 1947. Aksi militer Belanda pertama ini berkode actie product (aksi atau operasi produk). Belanda menyerang pada awal bulan puasa Ramadhan 1366 H, kemungkinan karena orang Indonesia mayoritas muslim sedang berpuasa sehingga diduga dalam keadaan lemah.

Sejak akhir Juni 1947 telah diperkirakan Belanda akan melancarkan serangan dalam waktu dekat. Mendekati bulan puasa, ulama-ulama menyemangati masyarakat bahwa puasa bukan penghalang mempertahankan kedaulatan Indonesia. Lebih khusus di hari pertama puasa 19 Juli 1947 para ulama Aceh dalam rapat umum di pekarangan Masjid Baiturrahman menyerukan " puasa tidak menghalangi sesorang untuk berjuang. Karena itu sambil berpuasa berjuanglah, sambil berjuang berpuasalah"

Belanda melancarkan serangan sporadis di Jawa dengan 75.000 tentara dan di Sumatera 21.000 tentara. Belanda kemudian mengklaim telah menduduki Jawa Barat, Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur. Juga diklaim telah menguasai Pantai Barat Sumatera, Pantai Timur Sumatera dan Palembang.

Dengan demikian mereka menganggap telah menguasai kembali daerah-daerah perkebunan, tambang batubara, dan ladang-ladang minyak. Produksi perdagangan penting Hindia Belada minyak teh, karet, kopra, dan gula sesumbar dapat dimulai lagi. Serangan berkode actie product ingin mereka buktikan.

Nyatanya, walau banyak korban jatuh di pihak Republik perang terus berjalan, pejuang mempertahankan kemerdekaan tidak pernah menyerah. Puasa malah menyemangati perjuangan.

Sampai terhenti pada akhirnya setelah keluar Resolusi DK PBB, penghentian perang Indonesia-Belanda. Secara diplomasi posisi Indonesia di politik Internasional sangat baik, Belanda dihujat dimana-mana.









*dari berbagai sumber

 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. DARWIN SUTIMIANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger