Oleh : Darwin Nasution
Rapat resmi--sekolah ataupun lembaga formal lainnya--adalah pertemuan yang direncanakan terlebih dahulu, sesuai dengan aturan yang berlaku. Peserta rapat akan mendapat pemberitahuan beberapa waktu sebelumnya melalui surat undangan yang biasanya dilengkapi dengan agenda rapat, misalnya evaluasi KBM sebulan yang lalu. Surat undangan sekarang ini tidak perlu bersifat fisik kertas, cukup melalui media sosial yang direct messenger seperti WhatsApp ataupun Telegram. Fisik kertas undangan berupa print out tetap diperlukan untuk arsip kantor bahwa benar rapat tersebut sudah direncanakan dan sudah dilaksanakan, digabungkan dengan notulensi rapat.
Rapat bertujuan Menyampaikan Informasi dalam hal ini misalnya apa saja yang menjadi agenda sekolah sebulan berlalu, seperti pencapaian KBM, ekstra kurikuler, pembiasaan ibadah sunnah dan wajib selama di sekolah dan atau prestasi yang dicapai oleh siswa dan guru jika mengikuti kegiatan tertentu di luar sekolah.
Rapat juga bermakna Mendapatkan Masukan dari para pihak yang terlibat di sekolah dengan kekhususan tertentu seperti yayasan, kepala sekolah, kurikulum, walikelas, kesiswaan ataupun guru mata pelajaran. Semua bermuara pada kabar kemajuan belajar peserta didik, baik mata pelajaran maupun kebiasaan pendukungnya di sekolah seperti ekskul dan kebiasaan ibadah.
Kemudian, rapat menjadi Sarana Menyampaikan Masalah dan Solusi. Dalam rapat harus tersampaikan masalah KBM dll yang melibatkan guru dan siswa. Masalah guru dan siswa harus terurai rinci, baru dirinci pula solusinya. MIsalnya masalah kehadiran anak, jika memang ada kasus ketidakhadiran tanpa pemberitahuan sering dan berulang, wali kelas mencari info langsung ke siswa lewat alat komunikasi. Jika tidak mendapat informasi yang jelas, walas bisa melakukan visit home, ke orang tua. Belum berhasil juga dalam rapat bisa keluar ide jurus pamungkas pemanggilan orang tua, dan membuat surat pernyataan. Jadi masalahnya jelas dan solusipun nyata dan terukur.
Berikutnya rapat juga harus Memotivasi pemangku kepentingan dalam hal ini jajaran dewan guru dan yayasan. Semua harus bisa dibaharukan semangatnya untuk berbuat lebih lagi ke depan untuk kepentingan siswa secara khusus, dan sekolah secara umum.
Akhirnya, rapat sarana Mengambil Keputusan. Keputusan tentang hasil rapat misalnya waktu dan teknis pelaksanaan ujian, rentang waktu penyelesaian dengan orang tua wali siswa perihal ketidakhadiran, teknis pelaksanaan media sekolah, ataupun misalnya yang insidental tentang pelaksanaan perayaan hari besar agama, semacam Maulid atau Isra' Mi'raj.
Jadi secara umum rapat menyampaikan informasi, mendapatkan masukan, menyampaikan masalah dan solusi, memotivasi dan mengambil keputusan yang harus didengar, dipahami dan dilaksanakan oleh semua stakeholder rapat.
***



0 komentar:
Posting Komentar