Oleh : Darwin Nasution
Sosiolog Daniel Bell terasa pas menjelaskan kapitalisme. Kata Bell, kapitalisme memiliki kontradiksi dalam dirinya. Kapitalisme memaksa manusia untuk menjadi pekerja keras di siang hari, dengan mematuhi semua hukum ekonomi yakni efisiensi, sedikit pengorbanan, demi meraih hasil besar. Akan tetapi di malam hari, manusia akan menjadi dirinya. Aspek budaya akan menuntut pemenuhan. Manusia akan ‘dipaksa’ untuk seboros mungkin demi memenuhi naluri pesta dan kebahagiaan.
Hari-hari yang dilalui banyak manusia adalah bekerja. Mereka pekerja keras yang setiap hari mengejar client agar bersedia bekerjasama. Uang laksana menempel dengannya. Sekali proyeknya berhasil, punya dana segar untuk berpesta selama beberapa bulan. Di siang hari pekerja keras jelas amat irit belanja, namun di malam hari, menjadi seorang pemboros yang meminum bir jauh lebih banyak dari kebiasaannya minum air putih.
*telah tayang di FB Jan 2015


0 komentar:
Posting Komentar