Home » » RIDHO IBU

RIDHO IBU


 Oleh : Restunawati & Darwin Nasution


Alhamdulillah betapa beruntungnya menjadi seorang ibu. Peran ini bisa menjadi jalan untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya amal sholih,

Rasulullah SAW bersabda :

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ جَاهِمَةَ السَّلَمِيِّ ، أَنَّ جَاهِمَةَ رضي الله عنه جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ
أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ . فَقَالَ : هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ ؟ قَالَ نَعَمْ . قَالَ: فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

Artinya: “Dari Mu’awiyah bin Jahimah As-Sulami, ia datang menemui Rasulullah SAW. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, saya ingin ikut berperang dan saya sekarang memohon nasihat kepadamu?” Rasulullah SAW bersabda, “Kamu masih punya ibu?” Mu’awiyah menjawab, “Ya, masih.” Rasulullah SAW bersabda, “Berbaktilah kepada ibumu (lebih dahulu) karena sungguh ada surga di bawah kedua kakinya.

Hadis di atas dianggap sahih oleh imam Al-Hakim, lalu disepakati oleh imam Adz-Dzahabi dan Al-Mundziri.

Siapa yang dikehendaki atau diridhoi ibunya, bisa memasukkan mereka ke surga. Sebaliknya siapa yang tidak diridhoi orang tua bisa mengeluarkan mereka dari jalan menuju surga. Masih ingat tarikh tentang Tsa'labah bin Hatib yang terkatung-katung sakaratul mautnya karena belum mendapat maaf dan ridho dari ibunya. Itu ibrah yang sangat tepat bagi seorang anak jangan sampai abai dengan ridho ibu atau orang tuanya.


Seorang ibu mempunyai banyak peluang kebaikan untuk anak-anaknya karena dekatnya surga di bawah, gampang digapai, di telapak kakinya. Apa makna tersiratnya?


Di dalam teks hadits di atas juga dijelaskan bahwa surga di bawah telapak kaki ibu merupakan kiasan yang menunjukkan bahwa sebagai anak,  wajib untuk patuh dan berbakti kepada ibu. Cara berbakti kepada ibu adalah dengan menghormati, menghargai, rendah hati padanya dan memberikan prioritas pada kepentingannya.


Lalu bagaimana para ibu mendapatkan surga? Ibu pasti sudah duluan punya ibu juga sebagai tempatnya berbakti. Ditambah, bisa di trek surga terus menerus dengan taat pada suaminya, dan sayang kepada anak-anaknya di jalan yang diridhoi Allah SWT. Namun, kalau ibu menyimpang, tidak hormat pada orang tuanya, tidak taat pada suaminya dan tidak sayang pada anak-anaknya, itu adalah jalan tidak disayangi oleh Allah SWT.

 Hadits Nabi : مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ

"Man laa yarham laa yurham."

Artinya: “Barang siapa tidak menyayangi, tidak akan disayangi,” (HR Muslim).


Ada tiga jalan bagi ibu tertuju kepada anak-anaknya untuk memperoleh surga:

Pertama, ridho, sedapat mungkin seorang ibu mesti terus rela hari terhadap anak-anaknya. Jangan biarkan berdosa, ridhoi perbuatannya walau belum sepenuhnya sang anak mengikuti nasihat-nasihatnya,

Kedua, berikan maaf atas semua kesalahannya, sehingga tidak ada hisab bagi anak, ikhlaskan, sehingga dia suci menghadap Allah terkait kesalahan pada orang tua,

Ketiga, iringi langkahnya dalam kebaikan dengan do'a, sehingga memudahkan urusan anak dunia dan akhirat.


Ungkapan yang berbunyi bahwa ‘ridho Allah bergantung dari ridho orang tua’ mungkin terdengar tidak asing bagi sebagian umat muslim. Ternyata, ungkapan ini memang benar adanya.

Ungkapan tersebut dinukil dari hadits yang berbunyi,

رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ

Artinya: “Ridho Allah SWT bergantung dari ridho kedua orang tua dan kemurkaan Allah SWT bergantung dari kemurkaan orang tua,” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim)


Sebagai ibu, orang tua, anak-anak, mari bersama-sama saling ridho, saling memaafkan, sehingga ridho itu kembali kepada kita dalam bentuk ridho Allah SWT menuju surgaNya bersama-sama, berjumpa dengaNya, melihat wajahNya. Aamiin.


Bogor, 23/01/24

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. DARWIN SUTIMIANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger