Home » » IN AHSANTUM AHSANTUM LIANFUSIKUM, WA IN ASA'TUM FALAHA

IN AHSANTUM AHSANTUM LIANFUSIKUM, WA IN ASA'TUM FALAHA

      In ahsantum ahsantum lianfusikum, wa in asa’tum falahaa...

Berlaku kaidah jumlatus Syarthiyah atau kalimat bersyarat. Kalimat yang pertama, instrumen (adawatusy Syarthiyah), kalimat yang kedua adalah jawaban kalimat pertama (jawabusy syarthiyah}


. إِنْ أَحْسَنتُمْ (Jika kamu berbuat baik) Yakni jika perkataan dan perbuatan kalian sesuai dengan yang diperintahkan kepada kalian. 

 أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ (kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri) Sebab balasan dari hal tersebut akan kembali kepada kalian. 

 وَإِنْ أَسَأْتُمْ (dan jika kamu berbuat jahat) Dalam perkataan dan perbuatan kalian. 

 فَلَهَا ۚ (maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri) Yakni berarti kalian telah berbuat jahat pada diri kalian sendiri. (tafsirweb.com/surat-al-isra-ayat-7)

 
Potongan surat Al-Isra’ ayat 7 tersebut artinya, “Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik kepada dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat keburukan berarti keburukan itu bagi dirimu sendiri...”
Makna yang tersirat di dalamnya adalah bahwa ketika kita berbuat baik, itu artinya kita sedang berbuat baik untuk diri sendiri. Melakukan amalan-amalan baik untuk diri sendiri, mengucapkan sesuatu yang baik dalam dakwah, menjalankan perbuatan mulia dalam keseharian, adalah melakukan sesuatu yang baik dan sesuatu yang baik untuk diri sendiri.
Mengapa demikian? Allah SWT tidak membutuhkan amalan-amalan baik tersebut. Yang membutuhkannya adalah diri kita sendiri.
Misal, kita berpuasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan, kebaikannya akan kembali kepada diri kita sendiri, keutamaan yang kita dapatkan akan kembali kepada diri kita.
Kita menjalankan shalat tahajud setiap hari di sepertiga malam terakhir, dengan penuh pengorbanan harus bangun saat orang-orang yang lain tengah terlelap dibalut selimut.

Lantas, siapa yang akan mendapatkan kebaikan, kita yang

menjalankan shalat tahajud atau mereka yang terlelap dalam mimpi?

Tentu saja kita yang menjalankan shalat tahajud lah yang akan

mendapatkan keutamaan dari Allah, doa-doanya didengar

Allah, dikabulkan oleh Allah SWT.
Sebagaimana dalam surat Ar-Rahman ayat 60 disebutkan;
هَلۡ جَزَآءُ الْاِحۡسَانِ اِلَّا الۡاِحۡسَانُ
Artinya : bahwa tidak ada balasan kebaikan, kecuali kebaikan pula.

Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat wajah Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Yunus: 26)
Dan sebaliknya, saat kita melakukan keburukan, maka keburukan yang kita lakukan itulah sesungguhnya yang akan kembali kepada diri kita sendiri.
Kita tidak menjalankan amalan-amalan kebaikan yang Allah tetapkan, tidak melakukan kebaikan berupa perbuatan mulia, atau tidak pula melisankan sesuatu yang baik, maka keburukannya akan didapat oleh diri sendiri.
Setiap doa yang kita lantunkan, seolah diacuhkan oleh Allah. Setiap permohonan yang kita panjatkan, seolah tidak didengar oleh Allah. Kita merasa jauh dari riayah Allah. Oleh sebab apa? Oleh sebab perbuatan buruk kita sendiri.

Semoga kita semua tidak pernah bosan untuk melakukan amalan-amalan baik. Aamiin

وعَنْ ابن مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قاَلَ: قاَلَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلى الله عليه و سلم : “مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ، فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فاَعِلِهِ.” أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ .

Dari shahābat Ibnu Mas’ūd radhiyallāhu Ta’ālaanhu, beliau berkata: Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka bagi dia pahala sebesar pahala orang yang mengerjakan kebajikan, tanpa mengurangi pahala orang tersebut.”(HR Muslim)




0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. DARWIN SUTIMIANG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger